123




Honda GL100 3-Silinder Ramaikan Kustomfest joGja 2013

omclassic Kustomfest ~ Roland Sands Juri dari AS mengatakan bahwa yang dilakukan teman dari purwokerto ini sudah sangat jelas untuk konsep, dandetailnya bro’ garapan dari yusuf dari bengkel semangat putra purwokerto  ini sangat luar biasa’ di  sulap GL 100 menjadi cafe racer jawa  dengan mesin 3 silinder.  Motor M. Yusuf Adib Mustofa meraih penghargaan paling bergengsi (free for all) serta menjadi Best of Show …… keren tenan bro ….

gl 100 modifikasi 600 cc Kustomfest jogja 300x225 Honda GL100 3 Silinder Ramaikan Kustomfest joGja 2013

Oiya bro’ kemarin saya ikut juga dalam pengundian, ternyata kata panitia, tiket terjual lebih dari 12.600’an loh, wah ini mungkin bisa di bilang sukses besar bro ‘ itung ajah deh, asumsi tiket 12.000 x harga tiket 25.000 hasilnya ,,,, luar biasaya’  300.000.000 sekitarnya. Tetapi kata direktur kostemfest Lulut Wahyudi, mungkin kalo di bilang sukses terlalu prematur’ karna besok masih ada acara kustomfest yang lebih besar dan tempat semakin luas. Kustomfest 2013 jogja 300x225 Honda GL100 3 Silinder Ramaikan Kustomfest joGja 2013 Dan berikut foto GL 100 tiga silinder 600cc milik yusuf dari bengkel semangat putra purwokerto

Kustomfest jogja 2013

bro berikut spesifikasi GL 100 W Engine dari semangat putra purwokerto

  • GL 100
  • up to 3 silinder
  • W engine 600cc
  • Volume silinder bore63.5×3
  • stroke 63×3 598.22cc

pemenang Kustomfest  2013

Untuk melihat lebih banyak dan lebih detail gl 100 W-Enggine silahkan klik gambar gambar gl 100 w engine from semangat putra porwokerto’ semoga menambah inspirasi dalam mendesign sebuah motor bro’ semangat putra purwokerto Kustomfest  jogja

Kustomfest tidak lupa untuk memberikan gelar untuk kategori  American Chopper & Bobber, American Stock Kustom, sampai American Pro Street. Di segmen ”sepeda motor kecil” alias Nitrohead, ada kategori Old & RetroChopy Cub, hingga Free for All.

KompasOtomotif – Ajang Kustomfest 2013 yang mengumpulkan semua pemain kustom bisa dibilang sebagai pionir di Indonesia. Event ini tidak hanya memacu para modifikator lokal, juga menumbuhkan industri kustom sepeda motor dan mobil kustom. Di samping itu juga menghadirkan. industri kreatif yang  mampu menarik minat wisatawan mancanegara.

Seniman

Pada penyelenggaraan tahun ini misalnya, banyak pemain industri kreatif nimbrung, seperti perajin grafir jok kulit, modifikator lokal, sampai para seniman cat dengan berbagai teknik. Kustomfest sudah menjadi ajang berkumpulnya para pemain industri kustom,mulai dari rumahan sampai kualitas internasional. Potensinya jelas, menaikkan citra industri kreatif lokal.”Sebagai contoh kecil, peserta kontes modifikasi sepeda onthel pada tahun lalu, sekarang sudah punya bengkel sepeda motor. Berapa nama modifikator mulai dikenal dari ajang ini. Itulah bukti Kustomfest bukan sekadar pameran, tapi merangsang perkembangan industri kecil dan pariwisata,” beber Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest.

Soal pariwisata, tambah Lulut, sudah tidak ada lagi yang mesti dibuktikan. Hadirnya penggemar kustom dari Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, sampai Perancis, menjadi modal awal untuk event ke depan,  Indonesia punya pameran yang hebat. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengembangkan hingga menjadi besar.
”Ini yang naif. Tiap kali Kustomfest, pemerintah katanya mendukung dan memikirkan jalan keluar terbaik untuk event ini. Tadi kalian dengar sendiri (pidato kadisparta Yogyakarta), berdoa untuk kemajuan event. Kalau doa, ibu saya tiap hari berdoa untuk anaknya, dan lebih mabrur,” sindir lulut di depan wartawan.
Indentitas Daerah
Diharapkan, dukungan tersebut  riil untuk menyamakan visi. Toh realitanya, sudah banyak turis asing berkunjung ke Kustomfest. Media yanbg meliput juga ada yang berasal dari  Eropa. Lulut lantas menyebut contoh, pernah diundang  pada event serupa di Malaysia. Pengundangnya Duta Besar Malaysia utuk Indonesia dengan tanda tangan pengundang Menteri Pariwisata lewat tourism board.
”Artinya apa? event seperti ini benar-benar diperhatikan pemerintah setempat, karena mereka tahu potensinya. Perlu dicatat, kami tidak minta disponsori dalam bentuk uang, tapi paling tidak dukungan kecil seperti gedung aset pemerintah (Jogja Expo Centre). Kita diperlakukan sama dengan penyewa lain. Padahal, event ini membantupariwisata dan membuat Yogyakarta menjadi lebih istimewa,” ketus Lulut.

Pindah dari Yogyakarta? Lulut bilang tidak. Karena ajang ini tetap akan menjadi identitas daerah, sekaligus membuktika

Leave a Reply