Radio CB yang Legendaris

omClssic.com ~ Yuk mari paraaganmembhassedikit pegertian radio CB, jaman dahulukala radio CB digunakan komunikasi oleh sopir – sopir truck di luar negeri sana,karena untuk menghibur para sopir ini, yang melakukan perjalananjauh,dan untuk menghapus kejenuhan dalam perjalanan.sangat banyak manfaatnya pada jaman itupara sopirtruck menggunakan radio CB untuk komunikasi, mulai dari pantauanCuaca,serta keadaaan jalan yang sangat butuh informasi, serta jika ada kendala di jalan, bisa saling membantu para sopir truck.  DiIndonesia sekitar pada tahun 70’an  masuklah radio CB ini ke nusantara, banyak penggunanya dan sangat fanatik sekali dengan ini. Radio CB ini sangat disukai karena jarak tempuh atau jarak pancarnya sangat luas sekali. yuk simak berikut ini mengenai radio CB di indonesia dan pembagian freqnya.

Cobra CB radio review 300x200 Radio CB yang Legendaris

Periode Transisi
Perkembangan RAPI mengalami hambatan saat SK MENPARPOSTEL No.KM.48/PT.307/MPPT/1985 yang menghapuskan penggunaan perangkat radio 11m secara bertahap dari KRAP dan akan diganti dengan perangkat 62cm (UHF) yang jarak jangkauannya amat pendek.
Periode Kebangkitan
Melalui SK.Dirjen Postel No.92/Dirjen/94 tanggal 25 Juli 1994 ditetapkan bahwa KRAP bekerja pada 3 Band yaitu :
1. Band HF (11 meter)= 26.965 – 27.405 Mhz
2. Band UHF (62 cm) = 476.410 – 477.415 Mhz
3. Band VHF (2 meter) =142.000 – 143.600 Mhz
Pada 1 Agustus 2004 diberlakukan KepMen No.77/2004 sebagai pengganti SK Dirjen Postel No.92/DIRJEN/94, Melalui KM 77 Bab V pasal 28 ditetapkan bahwa KRAP bekerja pada 2 Band yaitu :
1. Band HF (11 meter)= 26.965 – 27.405 Mhz
2. Band VHF (2 meter) m=142.000 – 143.600 Mhz
uniden radio cb Germany 300x237 Radio CB yang Legendaris
Didalam perjalanan organisasi, RAPI banyak melakukan kegiatan dan kerjasama dengan instansi yang terkait terutama dalam bantuan komunikasi radio, antara lain :
1. Bantuan komunikasi pada PEMILU 1982, 1987, 1992 dan 1997,1999
2. Bantuan komunikasi bencana alam meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya.
3. Bantuan komunikasi dalam rangka Napak Tilas HUT Kodam III Siliwangi pada tahun 1983 dan 1986.
4. Bantuan komunikasi dalam rangka Kirab Harkitnas dan Kirab Remaja HKSN I.
5. Bantuan komunikasi dalam pekan penghijauan Nasional 1993.
6. Pengawalan perjalanan Api PON 1985, Api Perdamaian Dunia, sampai dengan perjalanan API PON 1993.
7. Serta bakti sosial lainnya yang tujuan utamanya adalah meringankan beban korban bencana alam dan sekaligus membantu Pemerintah dalam bidang bantuan komunikasi radio.
8. RAPI bekerjasama dengan Toyota Astra Motor dalam acara SAFARI LINTAS NUSA 1995 yang kegiatannya berupa iring-iringan 50 buah kendaraan Toyota Kijang melintasi jalur darat antara banda Aceh sampai Larantuka – NTT dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 50 (Indonesia Emas) bulan Juli – Agustus 1995.
10. Hampir setiap tahun menjelang hari Idul Fitri dan Tahun Baru maupun hari Natal, RAPI selalu turut berpatisipasi aktif dan bekerja sama dengan POLRI, Dep. Perhubungan, DLLAJ maupun instansi lain yang terkait dalam memberikan bantuan/dukungan komunikasi radio untuk kelancaran angkutan lebaran/natal dan tahun baru, maupun untuk memantau kondisi lalu lintas dan kamtibmas.
Secara Nasional RAPI telah mengadakan kerjasama dengan kepolisian RI dalam hal ini dituangkan dalam Piagam Kerjasama yang ditanda tangani oleh Ketua Umum RAPI Pusat (MayJend. Eddie M. Nalapraya – JZ 09 AAA) dan Kepolisian RI (Jend. Dr. Awaloedin Djamin) sesuai dengan Instruksi KAPOLRI nomor. INS/15/1982 tanggal 14 juni 1982.

RAPI lahir ditengah-tengah masyarakat merupakan juga bagian dari masyarakat itu sendiri, oleh sebab itu sudah sewajarnya bila para anggota RAPI harus peka terhadap lingkungan sekitarnya serta siap membantu dan tampil dengan penuh rasa tanggung jawab pada saat yang dibutuhkan tanpa melupakan dan senantiasa menjujung tinggi KODE ETIK RAPI. Kode Etik dan Panca Bhakti RAPI merupakan landasan yang harus diemban para anggotanya.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam perjalanan RAPI dalam menjalankan roda organisasi untuk pengembangan dan pembinaan anggotanya sesuai dengan ketentuan yang ada.
RAPI merupakan organisasi kemasyarakatan yang didasari norma sosial dan persamaan kegemaran (hobbi) dalam bidang Komunikasi Radio Antar Penduduk. Naik turunnya jumlah anggota RAPI merupakan hal yang harus segera dicarikan jalan keluarnya agar RAPI ini semakin lama semakin berkembang dengan bertambahnya jumlah anggota diharapkan pula diikuti dengan tambahnya kwalitas dari anggota RAPI, dengan kata lain dapat lebih ditingkatkan lagi sesuai dengan misi RAPI didalam upaya untuk menjadikan RAPI dicintai oleh masyarakat dan khususnya anggota RAPI itu sendiri. Untuk ini diperlukan kesadaran para anggota agar senantiasa mempunyai rasa memiliki dan mencintai serta loyal terhadap RAPI tanpa pamrih.

Leave a Reply