VW Jawa Timur

omClassic.com ~ Sedikut cerita mengenai VW, berikut adalah cerita dari Jawa Timur mengenai VW, kami ambil dari laman web oonline. sedikit cerita mobil vw dari jawa timur yang kami ambil dari laman WEs, yuk langsung saja ceritanya …

 

sedikit Foto dari acara VW di Jogja Gan: vw modifikasi cantik 300x225 VW Jawa Timur

SURABAYA – Desain mobil Volkswagen (VW) memang unik. Produk perusahaan otomotif bermarkas di Wolfsburg, Lower Saxony, Jerman, ini dikenal dengan mesinnya yang tangguh. Meski tua termakan waktu, kualitasnya masih bagus. Tak ayal beberapa orang tetap menyukai hingga membentuk komunitas.

Sekitar 1960-1970, mobil VW kodok jadi tenar di Indonesia. Di negara asal, tipe ini justru dinamai mobil kumbang atau Volkswagen Beetle. Apa pun sebutannya, desain mobil yang bagian bagasi dan mesin berbentuk lengkung ini sangat populer. Sesuai nama Volkswagen yang berarti mobil rakyat.
pameran mobil vw jogja 2013 300x225 VW Jawa Timur
Namun, sekitar 2001-2003, diproduksi desain baru VW kodok yang diberi label New Beetle di pasaran otomotif. Kali ini, sasaran VW kodok baru adalah kalangan atas. Meski demikian, VW kodok buatan 1960-an masih beredar di jalan raya. Salah satunya dimiliki Yuniar Adi Sasmita (28), Sie Kegiatan Volkswagen Club Gresik (VCG), komunitas penyuka mobil VW.

Lelaki yang menekuni usaha flooring ini memilih VW kodok buatan 1961 warna merah sebagai kendaraan sehari-hari. “Saya beli karena suka dan hobi utak-atik mobil VW. Sebelumnya juga pakai mobil VW Combi, hanya beda tipe,” tutur Adek, panggilan akrab Yuniar Adi Sasmita.

Kelebihan VW lama ini, suspensi mobilnya masih bagus sehingga terasa nyaman ketika dikendarai. Bahkan, VW kodok ini pilihan istri tercintanya, Feni Tri Oktiasari. Ketika baru dibeli, hanya perlu perbaikan mesin.

Naik VW kodok menjadi kebanggaan tersendiri bagi Adek. Setiap berhenti di perempatan lampu lalu lintas, mobilnya selalu menjadi perhatian orang.

“Bentuknya kan unik, usianya tua dan jarang terlihat,” kata Adek tentang mobil berkapasitas 1.200 cc ini. Dia sudah suka VW sejak kecil. Saat Lebaran, selain keluarga, otomatis ‘para VW’ juga ikut berkumpul.

Berkumpul juga rutin dilakukan anggota VCG setiap Jumat malam di halaman Wisma Gresik. Awalnya yang nongkrong hanya pegawai PT Petrokimia Gresik, Semen Gresik, Pemda Gresik, dan wirausahawan Gresik. Namun, karena banyak yang menyukai VW, maka mereka sepakat membuat komunitas penyuka VW.

Akhirnya, VCG dibentuk pada 18 Februari 1989 dan dikukuhkan Volkswagen Indonesia (VWI) pada 1990. Kini, jumlah anggota sudah mencapai 60 orang menyebar di Gresik, Surabaya, Lamongan, dan Tuban. Promosi dilakukan dengan menyebar selebaran di perempatan jalan bagi setiap pemilik mobil VW yang lewat.

“Kami berkomunikasi melalui milis dan Facebook,” kata Dedy Harifianto (34) Ketua VCG.

Dedy bergabung VCG pada 2005. Dia merasa cocok karena tali persaudaraannya kuat. Kegiatan sosial pun digelar seperti membagi bingkisan saat Lebaran ke pos keamanan polisi, saat gempa bumi di Bantul, serta ketika banjir di Widang, Tuban.

Pemilik VW Combi buatan 1979 ini menyukai mobilnya karena nyaman dinaiki dan sudah dilengkapi air cooler. Bagian belakang luas, mampu memuat banyak barang.

Pertama membeli VW, istrinya protes. Perlahan-lahan si istri diajak ikut bertemu teman-teman komunitas. Istri Dedy juga berkenalan dengan istri anggota VCG lainnya. Akhirnya, karena banyak kenalan, protes itu pun berubah menjadi rasa suka pada VW.

Leave a Reply